Kamis, 18 Februari 2010

Uji Makanan, Vitamin,dan Lemak

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat ridho dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan laporan praktikum dengan lancer dan tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Jiwita selaku guru pembimbing kami.

Di dalam laporan ini kami menyajikan hasil dari uji zat makanan dan uji enzim. Kami menyelidiki dengan menggunakan berbagai bahan makanan yang masing-masing akan diuji kadar amylum, protein, glukosa, lemak, dan vitamin. Kami juga menggunakan air liur untuk menguji enzim ptyalin yang terkandung didalamnya.

Walaupun demikian kami menyadari kekurangan dari laporan in, seperti pepatah mengatakan “ tak ada gading yang tak retak”. Kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun laporan kami. Kami harap laporan ini dapat menambah wawasan teman-teman yang membacanya.

Sragen, Januari 2010

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Yang melatar belakangi penelitian kami adalah karena kami ingin mengetahui secara langsung zat makanan apakah yang terdapat dari berbagai bahan makanan yang akan kami uji coba. Serta kami juga ingin mengetahui kerja enzim dalam makanan.

Tujuan

  • Untuk mengetahui zat-zat yang terkandung dalam berbagai bahan makanan.
  • Untuk mengetahiu kerja enzim dalam makanana.

Permasalahan

  • Apa bukti suatu makanan mengandung zat makanan seperti amylum, protein, glukosa,lemak dan vitamin.
  • Apa bukti enzim dapat bekerja dalam makanan.

Sistematika Penulisan

  • Cover
  • Kata Pengantar
  • Bab I

Pada bab ini kami menjelaskan latar belakang, tujuan, permasalahan dan sistematika penulisan.

  • Bab II

Pada bab ini kami menuliskan landasan teori dari praktikum yang telah kami laksanakan

  • Bab III

Pada bab ini kami menuliskan praktikum yang telah kami laksanakan dari alat dan bahan, cara kerja, table hasil pengamatan, analisis, dan kesimpulan.

  • Bab IV

Pada bab ini kami menuliskan pertanyaan dari LKS beserta jawabanya, daftar pustaka dan menambahkan lampiran.

BAB II

LANDASAN TEORI

PRAKTIKUM 1

  • Karbohidrat

Karbohidart adalah senyawa majemuk yang mengandung unsure C,H dan O. golongan karbohidrat antara lain : gula, tepung dan selulosa yang berasal dari tumbuhan. Karbohidrat merupakan zat makanan yang banyak menghasilkan energi. Selain sebagai sumber energi , karbohidrat juga berfungsi dalam penyediaan bahan pembentukan protein dan lemak serta menjaga keseimbangan asam dan basa.

  • Protein

Salah satu makanan yang dibutuhkan oleh tubuh ialah protein. Protein adalah senyawa majemuk yang tersusun atas unsure-unur N,H,O, dan N. Menurut asalnya protein dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu

  • Protein yang berasal dari hewan, disebut protein hewani. Protein hhewani tergolong protein kelas satu.
  • Protein yang berasal dari tumbuhan, disebut protein nabati. Protein nabati tergolonh protain kelas dua.

Suatu makanan disebut sempurna proteinnya apabila asam amino yang terbentuk didalamnya mengandung asam amino yang lengkap dan cukup jumlahnya untuk keperluan tubuh.

Makanan yang berasal dari hewan ternak, misalnya telur,susu,daging, merupakan makanan yang proteinnya sempurna. Makanan yang berasal dari tumbuhan, pada umumnya mempunyai protein yang bernilai rendah., kecuali dalam berbagai jenis kacang-kacangan, terutama kedelai.

  • Lemak

Zat lemak merupakan senyawa majemuk. Molekul-molekul lemak tersusun atas unsure-unsur C, H, O, tetapi kadang-kadang juga terdapat unsure P dan N. Lemak merupakan senyawa organic yang tidak larut dalam air tetapi larut dalam zat pelarut organic, seperti kloroform, eter,dan minyak tanah. Sumber lemak berasal dari hewan yaitu daging, telur, susu, ikan dan sebainya. Sedangkan sumber lemak dari tumbuhan adalah kedelai, kacang tanah, mentega, kelapa, minyak kelapa, dan sebagainya.

  • Glukosa

Glukosa merupakan bagian dari karbohidrat yang tergolong dalam monosakarida. Glukosa hamper selalu terdapat dalam sel hidup. Glukosa terutama yang terdapat dalam darah sangat penting digunakan dalam bahan baker untuk menghasilkan energi.

  • Vitamin C

Ada beberapa senyawa kimia yang terkandung dalam makanan yang disebut Vitamin. Vitamin bukan sumber energi , tetapi vitamin melakukan fungsi regulator. Vitamin C = asam askorbinat ( C6H6O6 ) berguna untuk metabolisme lemak, pembentukan jaringan ikat dan untuk kesehatan gusi. Vitamin C bersumber dari sayur , buah ( jeruk, nanas, tomat, cabai, papaya, belimbing dsb ), organ hewan ( hati dan ginjal ).

PRAKTIKUM II

Ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara mekanik maupun kimia yang terjadi dalam mulut. Ludah terdiri dari campuran zat kimia, tetapi sebagian besar terdiri dari air. Salah satu fungsi air ludah adalah untuk mencampur makanan menjadi lembek dan mudah di telan. Perubahan ini merupakan perubahan secara mekanik. Fungsi lain ialah untuk bereaksi dengan molekul-molekul zat makanan. Reaksi itu menghasilkan molekul-molekul gula rangkap dan molekul-molekul tepung yang lebih kecil. Perubahan ini disebut perubahan secara kimia. Ludah mengandung enzim yang disebut amylase atau ptyalin. Amylase dapat membantu reaksi in, dan disebut sebagai katalisator. Enzim adalah zat kimia organic yang dihasilkan oleh sekelompok sel tertentu dalam tubuh dan membantu dalam mempercepat reaksi antara molekul-molekul tepung dan molekul-molekul air.

BAB III

PRAKTIKUM 1

I. ALAT DAN BAHAN

1 Rak tabung reaksi

2 Tabung reaksi

3 Pipet

4 Penjepit tabung reaksi

5 Gelas kimia

6 Kertas buram

7 Pembakar siritus

8 Larutan Lugol

9 Larutan Biuret

10 Larutan Benedict

11 Bahan makanan, yaitu nasi, putih telur, gula, cabe, kacang tanah, larutan buah belimbing.

II. CARA KERJA

UJI MAKANAN

1 Menyediakan 4 tabung reaksi untuk uji amylum, protein dan glukosa

2 Mengisikan tabung reaksi masing-masing dengan larutan nasi, putih telur, gula, cabe dan kacang tanah setinggi 1 cm

3 Meneteskan 3 tetes lugol, kemudian mengamati perubahan warna.

4 Mengulangi cara kerja nomor 2 kemudian meneteskan 3 tetes Biuret

5 Mengulangi cara kerja nomor 2 kemudian meneteskan Benedict lalu memanaskan.

UJI LEMAK

1 Menyiapkan kertas buram

2 Menggambar 6 kotak pada kertas buram dan memberikan nama bahan makanan pada masing-masing kotak

3 Mengoleskan keenam bahan makan tadi sesuai dengan nama kotak

4 Mengeringkan kertas yang telah dioleskan keenam bahan makanan

5 Mengamati

UJI VITAMIN C

1 Mengisikan 4 tabung reaksi dengan amyloyodida

2 Meneteskan cabai dan buah belimbing hingga berubah warna

3 Mencatat banyaknya tetesan

4 Meneteskan cabai dan buah belimbing hingga berubah warna sambil dipanaskan

5 Mencatat banyaknya tetesan

III. HASIL PENGAMATAN

TABEL UJI MAKANAN

NO

Zat Makanan

Warna Awal

Reaksi / Perubahan Warna

Lugol

Biuret

Benedict + Panas

1

Nasi

Putih

Ungu kebiru-biruan

Menjadi lebih kuning dan bergel

-

2

Putih telur

Putih

-

Menjadi keungu-unguan

Bening, kuning

3

Gula

Kuning

Menjadi lebih kuning

-

Menjadi hijau

4

Cabe

Merah

-

-

-

5

Kacang tanah

Putih

Ungu muda

Coklat muda

-

TABEL UJI LEMAK

No

Bahan Makanan

Transparan

1

Nasi

O

2

Putih telur

O

3

Gula

P

4

Cabe

O

5

Kacang tanah

P

6

Buah belimbing

O

Keterangan :

O : Tidak transparan

P : Transparan

TABEL UJI VITAMIN C

No

Bahan Makanan

Tidak dipanaskan

Dipanaskan

1

Cabai

6 tetes

4 tetes

2

Buah belimbing

8 tetes

6 tetes

IV. ANALISIS DATA

  • Nasi yang ditetesi dengan 3 tetes larutan lugol menjadi berwarna ungu kebiru-biruan. Jika ditetesi dengan larutan biuret, warnanya berubah menjadi agak kuning dan berubah menjadi gel. Jika ditetesi dengan larutan benedict dan dipanaskan maka tidak berybah warna. Sehingga nasi mengandung amylum karena jika ditetesi dengan larutan lugol berubah warna menjadi ungu kebiru-biruan.

  • Putih telur yang ditetesi dengan larutan lugol tidak berubah warna. Jika ditetesi dengan larutan biuret berubah warna menjadi keungu-unguan. Jika ditetesi dengan benedict dan dipanaskan maka berubah warna menjadi bening kekuning-kuningan. Maka putih telur mengandung protein karena jika ditetesi dengan biuret berubah warna menjadi keungu-unguan.

  • Gula yang ditetesi dengan larutan lugol warnanya berubah menjadi lebih kuning dari warna sebelumnya. Jika ditetesi dengan larutan biuret warnanya tidak berubah. Jika ditetesi larutan benedic dan dipanaskan warnanya berubah menjadi hijau. Maka larutan gula mengandung glukosa karena berubah warna menjadi hijau jika ditetesi larutan benedict dan dipanaskan.

  • Larutan cabai yang di tetesi dengan lugol, biuret dan benedict tidak terjadi perubahan warna. Maka cabai tidak mengandung amylum, protein, dan glukosa.

  • Kacang tanah yang ditetesi dengan larutan lugol berubah warna menjadi ungu muda. Jika ditetesi dengan biuret berubah warna menjadi coklat muda. Jika ditetesi dengan benedict dan dipanaskan tidak terjadi perubahan warna. Maka kacang tanah mengandung protein, karena jika ditetesi dengan biuret berubah warna menjadi coklat muda.

  • Pada pengujian lemak larutan yang akan diuji pada kertas buram. Setelah kering pada larutan gula dan kacang tanah terlihat transparan. Sedangkan pada nasi, putih telur, cabai dan buah belimbing tidak transparan. Maka kacang tanah dan gula mengandung lemak.

  • Pada pengujian vitamin C, larutan yang akan diuji seperti cabe dan buah belimbing diteteskan pada larutan Al ( Amylodida ) sampai berubah warna. Ternyata di bututhkan 6 tetes cabai dan 8 tetes buah belimbing tanpa dipanaskan. Dan 4 tetes cabe dan 6 tetes buah belimbing dengan dipanaskan.

V. KESIMPULAN

1 Kesimpulan dari praktikum uji makanan yang kami lakukan adalah bahwa :

  • Nasi merupakan sumber dari karbohidrat
  • Putih telur merupakan bahan makanan yang mengandung protein
  • Gula mengandung glukosa dan lemak
  • Kacang tanah mengandung protein dan lemak

Sehingga setiap makanan mengandung zat yang berbeda-beda

2 Kesimpulan dari praktikum uji vitamin C yang kami lakukan adalah bahwa:

Cabai dan belimbing mengandung vitamin C. Cabai mengandung vitamin C yang lebih besar daripada buah belimbing. Serta vitamin C akan lebih cepat bereaksi pada suhu tubuh.


DAFTAR PUSTAKA

Amien, Moh. Buku Biologi 2. Jakarta :Departemen Pendidikan Nasional, 1999.

Pratiwi . Buku Biologi Jilid 2. Jakarta : Erlangga, 2004.

LKS Kelas XI Semester Genap. Solo : Star Idola, 2010.

0 komentar:

Poskan Komentar